You are here: HomeTIPD
TIPD

TIPD

Tuesday, 04 October 2016 07:26

Temu Pisah di Akhir UAS dalam Buka Bersama

Ujian Akhir Semester (UAS) di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan telah rampung dilaksanakan. UAS yang telah berjalan selama satu minggu menjadi ending sementara dari semua mahasiswa sebelum memasuki masa liburan panjang. Komunitas G TBI’14 bersama mahasiswa kelas A (kelas unggulan) Tadris Bahasa Inggris (TBI) semester 4, STAIN Pamekasan mengadakan pertemuan menjelang liburan.

 

Pertemuan yang dijadwalkan setengah lima sore memilih tempat di AFC, salah satu resto di Pamekasan. Mahasiswa-mahasiswa kelas A yang notabenenya selalu berkumpul sejak semester satu sampai sekarang, tiba lebih dulu di lokasi. Sedangkan beberapa mahasiswa yang tergabung dalam G TBI’14, seperti Edy, Saipul dan Egy terpaksa harus datang terlambat karena masih ada acara temu pisah Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Intelektual & Riset (UKM-PI & Riset) serta sosialisasi pemilihan ketua baru.

 

Keterlambatan tersebut mengundang banyak kritikan dari beberapa G TBI’14 yang sudah sampai lebih dulu ke lokasi. Acara temu pisah ini juga menjadi acara yang istimewa, karena mantan wakil ketua G TBI’14 yang sekarang sudah menjadi pengusaha air kemasan ikut serta dalam memeriahkan acara. Dia adalah Syarif, mahasiswa STAIN yang merelakan kuliahnya demi mencoba hal baru yaitu berbisnis. Kedua kelas berbincang-bincang dengan meja yang berbeda, sambil menunggu azan magrib dikumandangkan. Pesanan pun satu per satu mengisi meja yang didesain lesehan. Salah satu dari G TBI’14 mengatakan, “Makanya jangan datang terlambat biar bisa order duluan dan sudah siap seperti kelas A,” ujar Syarifdengan mimik muka yang kurang mengenakkan untuk dilihat. Tapi, nuansa kebersamaan yang sangat kental menjadi pelerai dari kekecewaan mereka.

 

Jam sudah menunjukkan waktunya berbuka puasa. Hidangan untuk kelas A sudah siap menanti di atas meja. Untuk komunitas kelas G masih tampak hanya es teh dan kurma untuk membatalkan puasa. Akan tetapi, senyum tetap menghiasi pertemuan kali ini yang hanya di hadiri tiga wanita dari komunitas. Setelah rampung semua, kedua kelas mulai menyantap hidangan. Mereka menikmati pertemuan terakhir dengan berbuka sambil bercanda serta dijadikan ajang selfie. Seusai berbuka, sebagian ada yang salat dan sebagian masih menikmati kebersamaan. Di tengah-tengah perbincangan, salah satu mahasiswi kelas berkata, ”Sebaiknya kita manfaatkan malam ini sepuas mungkin untuk bersama, sebentar lagi sudah akan kembali ke daerahnya masing-masing,” dengan mimik muka begitu mengharap.

 

Buka bersama pun usai. Malam itu menjadi salah satu coretan paling berarti dalam pengalaman yang sulit untuk dilupakan dan akan menjadi bekal sebagai obat rindu dalam menjalani liburannya masing-masing. Kelas A meninggalkan duluan resto secara bersama-sama dan kemudian G TBI’14 menyusulnya menjelang waktu salat isya. (Tulisan ini dikirim oleh Syahid Mujtahidy, Pamekasan)

Tuesday, 04 October 2016 06:34

Mahasiswa Pasif NO.!!! Aktif YES.!!!

OLEH: M. SOLEHUDDIN

 

STAIN PAMEKASAN, sebuah nama yang menyimpan beberapa makna harapan, sebuah nama bukanlah hanya berperan sebagai media pengenal saja tetapi dibalik sebuah nama tersimpan harapan-harapan besar dan sebagai mahasiswa dikampus STAIN ini kita harus mempunyai kesadaran serta kepedulian yang tinggi terhadap tujuan dasar berdirinya kampus, yang bertujuan untuk menciptakan kader-kader yang berilmu. Pertanyaan yang harus menjadi patokan pada diri kita saat ini adalah??????

 

“apakah kita siap/menyiapkan diri untuk menjadi ahli ilmu” Sungguh ironis sekali jika kita belum sempat memikirkan hal tersebut, meski kita awal menginjak kampus stain ini tanpa mengetahui makna dari STAIN tercinta ini, minimal niat kita adalah tholibul ilmi (mencari ilmu), sehingga lambat laun kita bisa menjadi kader yang benar.

 

“sesungguhnya sesuatu pekerjaan itu adalah tergantung pada niatnya.” (Hr bukhori muslim). Maka dengan kita akan memperoleh sesuatu yang kita kehendak dalam niat tadi.

 

ALLAH telah memberi kita nikamat pada kita 24 jam dalam sehari semalam. Kesempatan ini tidak boleh kita sia-siakan dengan begitu saja, kalau perkosalah waktu dengan belajar agar dapati dengan telanjang. Tiada ilmu tanpaq belajar inilah prinsip yang kita harus pegang erat dalam membangun diri yang benar berjiwa mahasiswa.

 

Langkah-langkah yang bisa menjadi motivasi utama bagi kita dalam semangat mencari ilmu (tholibul ilmi), adalah kampus kita STAIN, sehingga lambat laun dengan taraf pengenalan (yang meliputi fasilita dan norma-norma kampus) akan timbul rasa cinta untuk menjaga kreatifitas kampus dengan giat mencari ilmu melalui pemanfaatan fasilitas yang ada.

 

Media tholibul ilmi dalam kampus kita adalah tidak hanya terbatas di majlis ta’lim. Ada satu hal yang telah dilupakan atau yang tidak selalu diingat oleh kita yaitu: 

 

PERPUSTAKAAN yang telah disediakan oleh kampus. Jadikan diri kita manusia yang sesungguhnya yang menempuh jalan ilmu dan pengalmannya untuk mencapai  ridho’ ilahi.

 

Al-quran yang pertama kali diturunkan adalah Al’alak yakni iqra’. Hikmah dari turunnya al-quran surat Al’alak ini adalah bahwa induk dari semua pengetahuan adalah membaca. 

 

ROSULULLAH SAW sebagai satu-satunya tokoh yang sangat berpengaruh dalam dunia islam adalah sosok seorang yang sangat suka sekali akan membaca apalagi kita sebagai pengikut beliau yang harus mengikuti jejak-jejak yang memang telah beliau  lakukan seperti halnya yang telah disebutkan di atas yakni “membaca” kami sebagai bagian dari pengikut setia beliau seakan terpanggil untuk  menyerukan kepada kaum mahasiswa khususnya pembaca yang budiman untuk meningkatkan membaca kita dalam aktifitas yang kita hadapi sekarang ini. Cuma satu pesan dari saya sebagai penulis yakni membaca, membaca & membaca. 

 

Sibukan aktifitas kita didalam  kampus dengan membaca dan ibadah, tapi itui semua masih belum cukup, masih ada satu lagi yang harus kita cari dalam kampus kita ini, mungkin bagi antum yang sudah mengenyam dalam lingkungan kampus sudah tau jawabannya diatas, tapi apa salahnya kalau saya (penulis) memaparkan apa yang di maksud itu, itu tidak lain adalah BAROKAH

Tuesday, 04 October 2016 06:13

Tradisi Warga Desa Saat Ada Orang Meninggal

Kebiasaan yang dilaukan oleh orang-orang yang ada di dusun sumber papan ketika ada seseorang yang meninggal dunia, sebagai berikut:

 

Ketika ada orang yang sudah meninggal maka salah satu dari family akan pergi ke musolla terdekat untuk memberi tahukan kabar duka tersebut dengan cara di umumkan dengan menggunakan microfon agar tetangga lainnya mengetahui kabar duka tersebut. Dan setelah itu biasanya para tetangga yang mendengar akan hadir ke rumah orang yang telah meninggal orang yang laki-laki sebagian biasanya ada yang pergi ke kuburan untuk menggali kuburan dan sebagian lagi membantu untuk mengurusi pemandian dan lain-lain.

 

Adapun perempuan biasanya sebagian membantu di dapur, mengaji yasin dan sebagian lagi membaca burdah. Dan bagi pelayat yang membawa anak yang masih kecil, kupingya dikasih kapur, orang sumber papan menyebut kegiatan ini dengan membuang “ANJHEK” ( menolak balak) “lidaf’il balak”dan pihak keluarga dari orang yang meninggal membagikan uang recehan yang di bungkus dengan Koran, yang diberi sebutan nama”TAMBENGAN” dengan tujuan untuk meringankan beban psikologis terhadap orang yang ditinggal.

 

Dan tuan rumah juga membakar keminyan di dalam rumah dan di tempat pemandiannya karena supaya mayat kembali dalam keadaan harum dan juga diyakini bahwa dengan hal tersebut mayat akan didekati malaikat, karena malaikat suka terhadap wewangian.

 

Setelah mayat selesai dimandikan, dikafani dan di sholati, sebelum diantar ke kuburan, mayat dibawa ke depan rumah lurus dengan pintu hal ini bertujuan untuk memamitkan mayat kepada keluarganya karena hari itu adalah hari terakhir mayat tersebut melihat keluarganya dan tetangganya.

 

Dan saat itu posisi mayat dihadapkan ke rumahnya karena pada saat itu adalah hari terakhir mayat tersebut melihat rumahnya yang selama masa hidupnya dia tempati. Dan juga dari pihak keluarga ada yang mengambil genting rumahnya dan dijatuhkan yang itu menandakan patahnya hati karena ditinggal oleh orang yang selama hidupnya tinggal satu rumah bersama orang yang meniggal tersebut (mayat).

 

Dan setelah itu barulah mayat di antarkan ketempat peristirahatan terakhirnya (kuburan). Dan setelah mayat sudah di kubur dan orang yang membantu sudah pulang, jika orang yang meninggal mempunyai anak yang masih belum baligh maka anaknya tersebut dimandikan di atas kuburan orang tuanya yang meninggal dengan menggunakan air kelapa muda yang di belah tepat diatas kepala anak tersebut. Namun kebiasaan seperti ini tak lagi dilakukan oleh masyarakat dusun sumber papan karena menurut para “HABA’IT” kegiatan semacam ini tidak sesuai dengan syari’at islam, bahkan menurut mereka kegiatan semacam ini mengandung unsur kemubaddziran (isyraf) dan sebagian dari mereka juga ada yang mengatakan kegiatan ini adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang budha.

 

Setelah mayat di antarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya (kuburan) di dusun Sumber Papa nada istilah memberi “SORTANA” yang diberikan kepada orang yang menggali kuburan pertama kali, orang yang mebaca talqin, dan yang mewudhu’i mayat tersebut. Isi dari sortana ini adalah sebuah talam di dalamnya ada 2 piring, piring yang satu di isi nasi dan yang satunya di isi lauk, mangkok yang di isi kuah, cangkir yang di isi kopi, dan gelas yang di isi air dan semua itu di berikan dengan wadahnya kepada ketiga orang yang telah di sebut tadi.

 

Dan mulai malam pertama sampai malam ke tujuh tuan rumah ataupun orang yang mendapat musibah mengaakan acara tahlian, dan setiap orang yang menyumbang tahlil mdi beri sebungkus nasi sebagai tanda terima kasih atas sumbangan tahlil dan do’anya. Dan ada perbedaan di malam yang ke-3 (lotelloh) dan juga pada malam yang ke-7 (topettoh) yang biasanya hanya di beri sebungkus nasi ini di tambah semacam jajan-jajanan dan air. Perbedaan ini di karenakan mengkiyas atau mengibaratkan seperti orang yang baru lahir yang pada hai ke-3 dan ke-7 merupakan hari na’asnya dan di kuburannya juga mulai dari malam pertama sampai malam ke-7 karena dikhawatirkan mayat akan di makan ‘POGUT’.

 

Setelah hari ke-7 pihak keluargadan tetangga terdekat setiap sehabis magrib mengaji surat yasin dan mendo’akan mayat sampai hari ke 39 karena di yakini dengan mengaji yasi bisa meringan kan beban terhadap mayat tersebut (siksa kubur). Dan pada hari ke 40 pihak keluarga mengundang beberapa orang untuk bertahlil mengaji dan mendoa’akan karena pada malam ke-40 mayat tersebut di ringankan dari siksa kubur dan pertanyaan-pertanyaan malaikat dan juga bertujuan untuk mengingatkan orang-orang yang diundang terhadap orang yang meninggal.

 

Dan di malam ke-100 keluarga kembali mengundang family dan tetangga untuk mengaji, bertahlil dan mendo’akan mayat, hal ini dilakukan karena di ibaratkan kepada bayi yang masih ada dalam kandungan, ketika bayinya berusia 100 hari ruh akan di berikan kepada bayi yang masih ada dalam kandungan tersebut, adapun, bagi orang yang meninggal maka hsri ke-100 ruhnya akan di cabut dan dengan hal ini di yakini bisa member ketenangan terhadap ruh mayat tersebut.

 

Kelurga kembali mengundang family dan tetangga di 1 tahun pertama da tahun ke-2 untuk mmengaji, bertahlil dan mendo’akan mayat, hal ini bertujuan untuk mengenang orang yang sudah meninggal.

 

Dan di hari ke-1000 keluarga mengundang family dan tetangga lebih banyak untuk menahlili, mengaji dan mendo’akan mayat tersebut. Namun ada yang berbeda dalam acara kali ini, tidak seperti acara 40, 100, 1 tahun dan 2 tahun . kali ini pihak keluarga harus menyediakan ‘TETTEL” yang warnanya 3 (putih, hitam, dann kuning) dan juga menyediakan jajan-jajanan dalam hitungan ganjil untuk di bagikan kepada para undangan.

 

Jika orang yang meninggal laki-laki maka pihak keluarga harus menyadiakan kopyah, baju koko, sarung, sandal, sajadah, kain kafan, bantal, dua bungkus nasi yang dibungkus dengan daun pisang dan cowek yang diisi ikan laut keringdan juga “LEMAS” jajan-jajanan yang beraneka ragam dan warna. Adapun jika yang meninggal merempuan maka pihak keluarga akan menyediakan kerudung, baju, samper, mukennah, sajadah, kain kafan, bantal, cowek yang diisi ikan laut kering dan “LEMAS” jajan-jajanan yang beraneka ragam dan warna. Semua itu diberikan kepada pemimpin tahlil dan biasanya orang yang memimpin tahlil akan membagikan kembali kepada para undangan lainnya.

 

Adapun waktu meletekkan kejingan mulai hari pertama sampai hari ke-tujuh, jika melewati hari ke-tujuh pihak keluarga harus menunggu sampai hari ke-seribu untuk meletekkan kejingan dikurannya . Dikirim oleh. Moh. Ilyas

Thursday, 29 October 2015 07:55

SALAM MAHASISWA SYARIAH (SMS)

Mengingat pentingnya pelatihan dan pengenalan dalam organisasi, maka Himpunan mahasiswa jurusan syariah (HMJ) sebagai salah satu organasasi yang menjadi wadah bagi seluruh mahasiswa jurusan syariah, selaku pengurus Himpunan Mahasiswa Syari’ah punya keinginan besar untuk membentuk kader yang berwawasan keilmual yang tinggi dan melitan guna kemajuan dan perkembngan orgnisasi hhususnya mahasiswa jurusan (HMJ) Syari’ah dan seluruh elemen kemahasiswaan pada umumnya, dengan harapan dapat menunjukkan kualitas mahasiswaan STAIN khususnya dalam berorganisasi dan pengembangan wawasan keilmuan.. Kegiatan ini Benama Salam mahasiswa Syari’ah (SMS) dengan tema “Eksistensi Hukum Syari’ah Dalam Menaggapi Pertumbuhan Ekonomi Global” acara ini dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 09-11 Oktober 2015 yang ditempatkan di LPI Bustanuddin Jl. KH. Bustami Desa Galis Kec. Galis Kab. Pamekasa.

Salam Mahasiswa Syariah (SMS) adalah salah satu agenda tahunan pengurus Himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) syari’ah yang bertujuan penyatuan mahasiswa pada nalar pikir, jiwa dan raga untuk memajukan dan mengembangkan jurusan syari’ah kedepan. Acara ini dikemas dengan beragam kegiatan, dari seminar, diskusi panel, observasi sekaligus follow up guna pendalaman materi dan juga pengkaderan terhadap seluruh mahasiswa syari’ah sebagai penerus tombak estavet kepemimpinan Himpunan mahasiswa jurusan syari’ah. (Papar M. Tohir Selaku Ketum HMJ Syaria’ah)

 

Thursday, 29 October 2015 06:39

DEKLARASI II KOMUNITAS INTELEKTUAL SYARIAH

Detik-detik Deklarasi II Komunitas Intelktual Syari’ah (KIS) yang dilaksanakan di Multi Center lt 2 turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua III dan Ketua Jurusan Syari’ah STAIN Pamekasan, Komunitas Intelktual Syari’ah (KIS) terbentuk dari gagasan dan inspirasi mahasiswa dalam mengembangkan wawasan keilmuannya, Komunitas Intelktual Syari’ah ini merupakan program pengembangan dari Kabid. Pengembangan wawasan keilmuan di struktural HMJ Syari’ah STAIN Pamekasan.

Moh. Nazrul prodi PBS dan Lutfiyadi prodi AHS terpilih dalam melanjutkan preode kepemimpinan KIS pada preode selanjutnya, harapan demi harapan telah disampaikan oleh pimpinan STAIN dan juga ketua umum HMJ Syari’ah STAIN Pamekasan. Semuga dengan dideklarasikannya kepengurusan KIS ini bisa membantu mahasiswa STAIN Pamekasan, hususnya Jurusan Syari’ah dan Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam dalam mengembangkan wawasan keilmuannya dan mampu menciptakan mahasiswa yang kredibel dibidangnya serta punya loyalitas yang tinggi terhadap Almamater tercinta STAIN Pamekasan.

 

Thursday, 26 March 2015 05:16

Buletin MITRA Edisi Maret 2015

Buletin MITRA Edisi Maret 2015

Media Inspiratif & Transformatif

HIMA PBA: Pelepasan balon oleh Bupati Pamekasan untuk membuka Pekan Bahasa Arab

Pamekasan, 1/3 (Media Madura) – Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, merasa senang dengan terbentuknya Ikatan Kluarga Alumninya dari berbagai angkatam. Pengukuhan IKA tersebut langsung dilakukan oleh ketua STAIN Pamekasan Dr. Taufiqurrahman. M.Pd beserta Pembantu ketua III Dr. Atiqullah, M.Pd. Minggu (01/03/2015) pagi.

Ketua STAIN Pamekasan Dr. Taufiqurrahman. M.Pd dalam sambutannya menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada semua Alumninya yang dengan suka rela membentuk ikatan alumni. Hal itu memang sangat diharapkan oleh seluruh pimpinan STAIN.

“Semoga dengan terbentuknya IKA ini, semakin membuat seluruh alumni merasa memiliki terhadap STAIN Pamekasan,” harapnya.

Sementara itu, Pembantu Ketua (PK) 3 STAIN Pamekasan Dr. Atiqullah berharap, dengan dikukuhkannya pengurus IKA itu, bisa memberikan kontribusi nyata kepada STAIN Pamekasan secara khusus, dan kepada masyarakat secara luas.

“Harapan lainnya, agar IKA STAIN ini berkontribusi dan mensosialisasikan program-program STAIN termasuk dalam proses peralihan STAIN menjadi IAIN Madura,” urainya.

Dalam acara yang digelar di salah satu rumah makan di Pamekasan itu, dihadiri oleh tokoh-tokoh yang merupakan alumni STAIN, baik di Pamekasan maupun di kabupaten lain di Madura.

Wakil Bupati Pamekaasan Halil Asy’ari yang merupakan alumni STAIN, juga Hadir dalam acara tersebut. Mantan Rektor UIM Pamekasan Shohibuddin, Kepala Kemenang Pamekasan Juhedi, Anggota Komisi A DPRD Sumenep Abrori Mannan. Kasi Haji Kemenang Bangkalan Abd Hamid, juga nampak hadir.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail, S,HI, terpilih menjadi Ketua IKA STAIN Pamekasan. Kepada mediamadura.com ia menuturkan, IKA STAIN merupakan wadah berkumpulnya seluruh alumni dari berbagai angkatan, sehingga tugas yang diembannya kedepan sangatlah berat.

“Kami atas nama pengurus IKA STAIN Pamekasan memohon dukungan dan masukannya, demi kemajuan STAIN kedepan. Kami berharap seluruh alumni bisa bersatu dan berkontribusi terhadap kemajuan STAIN,” katanya.

Usai pengukuhan tersebut, seluruh pengurus IKA STAIN Pamekasan dari berbagai Korda mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep menggelar rapat dan menyusun program kerja, baik program jangka pendek maupun jangka panjang.


Sumber : http://mediamadura.com/pimpinan-stain-pamekasan-senang-organisasi-alumninya-terbentuk/

Wednesday, 26 November 2014 09:08

Lomba Karya Tulis Ilmiah Se-Madura

Lomba Karya Tulis Ilmiah Se-Madura HMJ Tarbiyah STAIN Pamekasan.

Wednesday, 03 September 2014 08:50

Activita Edisi XXXVII

ACTIVITA
Usaha Pengembangan Intelektual Mahasiswa

Edisi XXXVII/ Agustus 2014

Page 1 of 5

twitter

Kemahasiswaan

Selamat Datang di Website Resmi Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STAIN Pamekasan.

Website ini merupakan media informasi dan komunikasi Civitas Akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan.